This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 03 April 2011

ANOMALI GIGI

Anomali Gigi Adalah gigi yang bentuknya menyimpang dari bentuk aslinya.
Faktor penyebabnya yaitu:
1. Faktor Hereditas
2. Gangguan waktu pertumbuhan, perkembangan gigi
3. Gangguan Metabolisme
Anomali Gigi umumnya biasa terjadi
1. gigi permanan > gigi susu
2. Rahang atas > Rahang Bawah

ABNORMALITAS JUMLAH GIGI
1. Anodonsia
a.True Anadonsia
Suatu istilah yang di gunakan untuk menunjukkan ada tidaknya seluruh gigi permanen atau gigi susu disebabkan :
-Gagalnya benih gigi untuk berinisiasi
-Inisiasi berlangsung pada benih mengalami kehancuran

b. False Anadonsia
Suatu istilah yang digunakan untuk gigi secara klinik tidak tampak. Keadaan ini di sebabkab adanya gigi impaksi atau ankilosis yang gagal untuk erupsi sehingga tampak adanya ruang kosong pada lengkung gigi-gigi terdapat pada rahang tapi tidak erupsi, misalnya impaksi.



Urutan gigi geligi yang mengalami anodonsia
1. M3 (M3 RA> M3 RB)
2. I2 RA
3. P2 RB
4. I1 RA

2.ACCESSORY TEETH DAN SUPENUMERARY TEETH
Gigi mempunyai kecenderungan untuk membuat duplikatnya sendiri dan keadaan ini bersifat herediter.
a.Mesiodens
gig yang terletak diantara gigi I1 RA


b.Paramolar
Gigi yang erletak di antara gigi M dan P

c.Distomolar
Terletak di sebelah distal M3 RA

ABNORMALITAS UKURAN GIGI
1.Makrodonsia
a.Generalized Macrodonsia
Menunjukkan adanya gigi yang lebih besar dari normal pada seluruh gigi.
b.Makrodonsia Lokal
Menunjukkan adanya satu atau sekelompok gigi yang berukuran lebih besar dari normal dan sering terjadi pada M3 RB.


2.Mikrodonsia
a.Generalized Microdontia
Mikrodonsia yang menyeluruh suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya seluruh gigi yang tampak lebih kecil dan normal.


b.Mikrodontia Lokal
Menunjukkan adanya suatu gigi yang berukurann lebih kecil dari normal pada mikrodonsia selain terjadi abnornalitas bentuk gigi seperti terjadi pada gigi I2 RA.

ABNORMALITAS BENTUK GIGI
1. Geminisasi
Menunjukkan adanya gigi dengan 2 mahkota yang berasal dari 1 organ email, namun saluran akarnya hanya satu. Kedua mahkota tersebut dipisahkan oleh celah.

2. Fusi
Anomaly ini terjadi karena adanya penyatuan 2 benih gigi, sehingga terbentuk gigi yang besar. Proses fusi melibatkan seluruh panjang gigi atau hanya pada daerah akar gigi saja, yang penyautannya terjadi pada daerah sementum dan dentin.

3. Taurodonsia
Anomali gigi yang berbentuk seperti gigi sapi. Terjadi pada M sulung permanen. Gigi mempunyai ukuran service oklusal yang lebih dari normal dengan akar pendek.

4. Dens Envaginatus
Suatu anomaly yang menunjukkan adanya protuberansia yang menyerupai tuberkel pada gigi premolar. Secara klinik tampak sebagai cusp tambahan. Protuberensia terletak diantara cusp bukal dan lingual gigi premolar.


5. Hutchinson’s Teeth
Anomali gigi insisivus yang terjadi pada sifilis congenital. Gigi akan berbentuk obeng tampak adanya cekungan pada tepi incisal.

6. Mulberry dan Pfluger Molar
Memperlihatkan adanya abnormalitas bentuk gigi pada M1 permanen. Permukaan oklusal gigi lebih sempit dibandingkan gigi normal dan mahkota gigi tampak seperti terkikis.

7. Talon Cusp
Biasanya di temukan pada bagian lingual atau palatal pada gigi insisivus permanen, letak cusp talon hamper memotong bagian pulpa gigi.

8. Mutiara Email
Menunjukkan adanya deposit jaringan email yang ektopik pada daerah akar gigi, yaitu pada daerah bifurkasi atau trifurkasi gigi molar terutama molar atas, biasa juga di temukan pada gigi berakar tunggal seperti premolar.

Sabtu, 02 April 2011

MIND MAPPING

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia dituntut dapat memberikan output yang berkualitas agar dapat meningkatkan daya saing bangsa dengan negara-negara lain dalam dunia kerja dan dapat mengangkat kualitas SDM Indonesia yang semakin terpuruk. Keterpurukan ini bisa dilihat dengan masih banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia. Hal ini juga bisa dilihat dari minimnya orang Indonesia yang menduduki posisi puncak di beberapa perusahaan asing di Indonesia.
Sebagaian besar kalangan menilai Indonesia belum siap menghadapi perdagangan bebas ini. Akan tetapi saat ini sudah bukan waktunya lagi untuk mengelak. Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dimulai dengan penyiapan SDM bangsa Indonesia, salah satunya dengan pemanfaatan mind mapping dalam proses pembelajaran sejak dini.
Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan terencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku sesuai dengan tujuannya. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Oleh karena itu untuk ikut meyukseskan tujuan pendidikan selain dibekali dengan hard skill & soft skill juga harus dibekali dengan mind mapping. Hal ini disebabkan karena mind mapping dibutuhkan untuk masa depan kita.
Mind Map adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara menyeluruh. Mind Map dapat digunakan secara luas baik untuk keperluan sekolah, pekerjaan dan keseharian kita. Aplikasi di sekolah dapat digunakan untuk belajar bahasa dan tata bahasa, mempersiapkan sebuah tugas penulisan atau essay, melakukan brainstorming, dan pemecahan masalah (problem solving). Dengan Mind Map, pekerjaan di atas menjadi lebih mudah dilakukan.
Contohnya saja yaitu penggunaan lain di sekolah adalah membantu siswa berpikir secara kreatif sekaligus kritis, mengingat dengan baik materi pelajaran di kelas, memahami buku yang dibaca, dan penugasan lain yang diberikan. Satu hal yang penting adalah Mind Map dapat membantu siswa mempersiapkan presentasi dengan cara mengembangkan ide-ide pemikirannya.

B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu:
1. Apa pengertian dari mind mapping?
2. Apa manfaat dari mind mapping?
3. Apa fungsi mind mapping?
4. Bagaimana sejarah mind mapping?
5. Bagaimana mengatur mind mapping pada proses perkuliahan?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari mind mapping.
2. Untuk mengetahui manfaat dari mind mapping.
3. Untuk mengetahui fungsi mind mapping.
4. Bagaimana sejarah mind mapping.
5. Untuk mengetahui Apa saja langkah-langkah pembuatan mind mapping.
6. Untuk mengetahui Bagaimana mengatur mind mapping pada proses perkuliahan.
7. Untuk mengetahui Bagaimana cara menerapkan metode mind mapping dalam kehidupan sehari-hari.
8. Untuk mengetahui perbedaan catatan biasa dengan catatan metode mind mapping

D. Manfaat Penulisan
1. Bagi mahasiswa:
a. Dapat menjadi referensi tentang mind mapping
b. meningkatkan kreativitas agar bisa lebih maju dan memperluas wawasan.
2. Bagi masayarakat
a. Memberitahukan kepada masayarakat tentang pentingnya penerapan mind mapping.
b. Wahana pengetahuan dan pengembangan wawasan
3. Bagi dosen/ perguruan tinggi
a. Menjadikan bahan referensi sebagai maateri yang dapat di berikan kepada mahasiswa



BAB II
ISI

A. Pengertian Mind Mapping
Mind Map adalah suatu diagram yang digunakan untuk menterjemahkan kata-kata, ide, tugas dan hal-hal yang saling terkait didalamnya untuk kemudian disusun dalam suatu kata kunci atau ide utama. Mind Map juga biasanya digunakan sebagai pemicu, fungsi visualisasi, struktur, dan mengelompokkan ide dan juga sebagai alat bantu dalam penelitian, organisasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan juga menulis.
Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Tony Buzan: Mind Map adalah sistem penyimpanan dan penarikan data (informasi) yang sangat luar biasa yang terdapat di dalam otak kita.
Secara umum mind map dapat diartikan sebagai suatu alternatif pemikiran keseluruhan otak terhadap pemikiran yang terputus-putus. Dalam arti, mind map merupakan suatu cara berpikir yang menghubungkan satu subjek dengan subjek yang lain kemudian menghimpunnya menjadi satu kesatuan yang utuh. Secara khusus, mind map adalah suatu bentuk atau cara menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak secara visualisasi. Dengan kata lain, mind map adalah cara memetakan pikiran-pikiran kita secara tergambar atau kasat mata (menggunakan gambar dan warna).
Dengan mind map, setiap potong informasi baru yang kita masukan ke otak kita otomatis dikaitkan ke semua informasi yang sudah ada di sana. Semakin banyak ingatan yang melekat pada setiap potong informasi dalam kepala kita, akan semakin mudah kita mengaitkan ke luar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.
Dalam peta pikiran, kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya. Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Mengapa? karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di dalam otak. Di samping itu, peta pikiran juga memudahkan kita untuk mengembangkan ide karena kita bisa mulai dengan suatu ide utama dan kemudian menggunakan koneksi-koneksi di otak kita untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci.
Otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik seperti membaca, bahasa, dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan.
Dalam proses menuangkan pikiran, manusia berusaha mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal, dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi dikemudian hari. Tetapi, sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilan-keterampilan “otak kiri” yaitu matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan dari pada seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir, terutama keterampilan berpikir secara kreatif.
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut, dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.
Mind mapping bisa juga diartikan sebagai suatu cara berfikir yang mumudahkan kita dalam memecahkan suatu masalah. Dilihat dari komposisi katanya, mind yang berarti pikiran dan mapping yang berasal dari kata map yang berarti peta. jadi bila disimpulkan, bahwa pengertian dari mind mapping itu ialah memetakan pikiran. Dalam hidup ini, takkan mungkin ada seorang manusia tak pernah merasakan yang namanya masalah. Dengan adanya suatu masalah, maka akan meberikan pengalaman tersendiri bagi kehidupan kita. Dan ingatlah bahwa â€Å“Experience is The Best Teacherâ€�. Untuk menyelesaikan masalah, ada berapa metode ampuh yang bisa digunakan untuk keluar dari masalah tersebut. Salah satunya ialah dengan menggunkan metode mind mapping tadi. Dengan menggunakan metode mind mapping, kita diharuskan untuk memetakan pikiran dan ide-ide kita kedalam suatu wadah.

B. Manfaat Mind Mapping
Ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan mencatat menggunakan Mind Map. Pertama adalah Mind Map mampu meningkatkan kapasitas pemahaman dengan cara:
• Melihat gambaran besar suatu persoalan sekaligus melihat informasi secara detail
• Mengingat informasi yang kompleks lebih mudah. Informasi tersebut telah dikelompokkan sesuai dengan cara seseorang mengingat termasuk hubungannya dengan subjek yang sama atau berbeda.
• Mengatasi informasi yang membludak karena telah ditata dan dikelompokkan sedemikan rupa. Secara mental hal ini juga membuat seseorang lebih terorganisir dan runtut dalam memahami sebuah persoalan.
Kedua Mind Map juga meningkatkan kemampuan seseorang dalam berimajinasi, mengingat, berkonsentrasi, membuat catatan, meningkatkan minat sekaligus mampu menyelesaikan persoalan. Hal ini dicapai karena Mind Map mengajarkan untuk melihat persoalan secara keseluruhan dan melihat hubungannya satu sama lain. Ini yang paling sulit dilakukan dalam catatan konvensional. Tidak hanya itu, dengan catatan ini maka manajemen belajar pun menjadi lebih mudah. Informasi baru dapat ditambahkan, dihubungkan, dan diasosiasikan kapan saja dengan informasi yang sudah ada sebelumnya.
Manfaat Ketiga dari Mind Map adalah merangsang sisi kreatif seseorang lewat penggunakan garis lengkung, warna dan gambar. Ini membuat sebuah catatan sekaligus menjadi karya seni yang indah. Secara mental akan memudahkan kita untuk mengingatnya. Mind Map akan merangsang kemampuan membandingkan informasi yang ada baik berupa fakta, ide termasuk data statistic.
Manfaat Keempat dari Mind Map adalah membantu seseorang membuat catatan yang menarik dalam waktu singkat. Selain itu, catatan ini mampu membuka pemahaman yang baik dan sisi kreatif dengan merangsang munculnya ide-ide dan insight baru, bahkan pada saat membuat catatan itu sendiri. Mind Map dapat pula menjelaskan sebuah tujuan, rencana, ide, maupun pemikiran secara jelas dan terstruktur.

C. Fungsi Mind Mapping
Dalam peta pikiran, system bekerja otak diatur secara alami. Otomatis kejanyapun sesuai kealamian cara berpikir manusia. Peta pikiran membuat otak manusia tereksplor dengan baik, dan bekerja sesuai fungsinya. Seperti kita ketahui, otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Dalam peta pikiran, kedua system otak diaktifkan sesuai porsinya masing-masing.
Dalam buku karya Tony Buzan, beberapa fungsi dari peta pikiran yaitu:
 Menjadi lebih kreatif
 Menghemat waktu
 Memecahkan masalah
 Berkonsentrasi
 Mengatur dan menjernihkan pikiran
 Lulus ujian dengan baik
 Belajar lebih cepat dan efisien
 Belajar dengan lebih mudah
 Melihat gambaran “keseluruhan”
 Membuat rencana
 Berkomunikasi
 Bias tetap bertahan hidup

D. Sejarah Mind Mapping
Setiap manusia lahir dengan segala potensi yang dimiliki, termasuk potensi pikiran. Namun, pada praktik pembelajaran, penggunaannya masih jauh dari optimal. Hal ini tercermin dari berbagai kesulitan yang muncul pada pembelajaran,seperti kesulitan dalam memusatkan perhatian atau mengingat,yang berujung pada rendahnya hasil pembelajaran.dalam praktik pembelajaran di sekolah,kondisi ini masih diperburuk oleh praktik pembelajaran yang keliru, seperti pemberian tambahan pembelajaran baik didalam maupun di luar sekolah. Padahal proses tersebut, hanya dapat bermakna repetisi dari proses pembelajaran sebelumnya dan tidak member nilai tambah bagi pemahaman siswa. Pembelajaran tidak hanya terbatas pada membaca buku atau mendengar pengajaran yang tidak member pemahaman. Menurut Yovan (2008), pembelajaran melibatkan pemikiran yang bekerja secara asosiatif, sehingga dalam setiap pembelajaran terjadi penghubung antar satu informasi dengan informasi lain. Pembelajaran sangat erat kaitannya dengan penggunaan otak sebagai pusat aktivitas mental mulai pengambilan, pemrosesan, hingga menyimuplkan informasi. Dengan demikian, pembelajaran merupakan proses sinergisme antara otak, pikiran dan pemikiran untuk menghasilkan daya guna yang optimal.
Untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran, maka proses pembelajaran harus menggunakankeselurahan otak. Menurut Potter (2002), ketika manusia berkomunikasi dengan kata-kata, otak pada saat yang sama harus mencari, memilah, merumuskan, merapikan, mengatur, menghubungkan, dan menjadikan campuran antara gagasan-gagasan dengan kata-kata yang sudah mempunyai arti itu dapat dipahami. Pada saat yang sama, kata-kata ini dirangkai dengan gambar, symbol, citra (kesan), bunyi dan perasaan.
Salah satu upaya yang dapat digunakan dalam membuat citra visual dan perangkat grafis lainnya sehingga dapat memberikan kesan mendalam adalah peta pikitan. Peta pikiran merupakan teknik pencatat yang dikembangkan oleh Tony Bozan dan didasarkan pada riset tentang cara kerja otak. Peta pikiran menggunakan pengingat visual dan sensorik alam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan, peta dapat membangkitkan ide-ide orisinil dan memicu ingatan yang mudah. Oleh karena itu, proses pembelajaran seharusnya dapat menggunakan teknik pencatatan peta pikiran sebagai salah satu cara belajar yang dapat dilatihkan kepada siswa. Penggunaan peta pikiran (mind mapping) dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa.


E. Langkah-Langkah Pembuatan Mind Mapping
Membuat Mind Map cukup mudah dan sederhana. Walaupun demikian, diperlukan pembiasaan sampai Anda merasa nyaman menggunakan teknik mencatat seperti ini. Awalnya mungkin terasa aneh menggambar garis, gambar dan menambahkan tulisan yang bercabang-cabang. Seiring dengan waktu, Anda akan dapat melihat betapa berharga dan powerful-nya catatan ini.
Anda membutuhkan sebuah kertas polos untuk Mind Map. Jangan gunakan kertas bergaris karena akan mengganggu. Gunakan kertas HVS putih bersih ukuran A4. Dengan demikian, Anda punya keleluasaan untuk membuat berbagai cabang dan menambahkan gambar.
Gambarlah tema dari catatan di tengah-tengah dan beri judul. Selanjutnya tentukan cabang-cabang utama yang menyebar dari tengah sebagai penjelas tema besar tadi. Gunakan garis-garis lengkung sebagai cabang. Menurut para ahli, penggunaan garis lengkung merangsang sisi kreativitas dan otak kanan. Dari cabang utama, gambarkan cabang-cabang pendukung yang menyebar keluar.
Jika masih dibutuhkan, tambahkan cabang-cabang lainnya. Ada saatnya di mana antar cabang yang berbeda memiliki kaitan. Jika hal itu terjadi, maka Anda dapat membuat hubungannya satu sama lain.
Jangan lupa, ingat kembali panduan utama Mind Map yaitu: Gunakan KATA KUNCI dan GAMBAR. Dengan cara ini akan terbentuk asosiasi yang baik. Pilihlah kata kunci dan gambar yang paling sesuai dengan Anda. Sesuatu yang langsung Anda ingat dengan cepat. Karenanya, kata kunci dan gambar yang digunakan seseorang bisa sangat berbeda dari orang lain meskipun sedang mencatat topik yang sama dari sumber yang sama.
Adapun Langkah-langkah pembuatan peta pikiran (mind mapping) menurut Djohan (2008), pembuatan dilakukan secara step by step :
1. Menentukan Central Topic yang akan dibuatkan mind mappingnya, untuk buku pelajaran Central topic biasanya adalah judul buku atau judul bab yang akan dipelajari dan harus diletakkan di tengah kertas serta usahakan berbentuk image/gambar
2. Membuat Basic Ordering Odeas – BOIs untuk Central topic yang telah dipilih, BOIs biasanya adalah judul bab atau Sub-Bab dari buku yang akan dipelajari atau bias juga dengan menggunakan 5WH (What, Why, Where, When, Who dan How)
3. Melengkapi setiap BOIs dengan cabang-cabang yang berisi data-data pendukung yang terkait. Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting karena pada saat inilah seluruh data-data harus ditempatkan dalam setiap cabang BOIs secara asosiatif dan menggunakan struktur radian yang menjadi cirri yang paling khas dari suatu mind mapping.
4. Melengkapi setiap cabang dengan image baik berupa gambar, symbol, kode, daftar, grafik dan garis penghubung bila ada BOIs yang paling terkait satu dengan lainnya. Tujuan dari langkah ini adala membuat sebuah mind mapping menjadi lebih menarik sehingga lebih mudah untuk dimengerti dan diingat.

F. Mengatur Mind Mapping Pada Proses Perkuliahan
Dalam proses perkuliahan dibutuhkan tingkat pengaturan masalah yang lebih efektif. Jadi pengaturan mind mapping sangat dibutuhkan, maka dengan adanya peta pikiran, membantu kita untuk lebih focus dalam menggali serta menyaring informasi dengan benar, perioritaskan waktu dengan sumber yang blebih penting, besikap radikal dan mengeluarkan ide-ide abru dan anaslisis kritis.



G. Menerapkan Metode Mind Mapping Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mind Map dapat digunakan secara luas baik untuk keperluan sekolah, pekerjaan dan keseharian kita. Aplikasi di sekolah dapat digunakan untuk belajar bahasa dan tata bahasa, mempersiapkan sebuah tugas penulisan atau essay, melakukan brainstorming, dan pemecahan masalah (problem solving). Dengan Mind Map, pekerjaan di atas menjadi lebih mudah dilakukan.
Penggunaan lain di sekolah adalah membantu siswa berpikir secara kreatif sekaligus kritis, mengingat dengan baik materi pelajaran di kelas, memahami buku yang dibaca, dan penugasan lain yang diberikan. Satu hal yang penting adalah Mind Map dapat membantu siswa mempersiapkan presentasi dengan cara mengembangkan ide-ide pemikirannya.
Aplikasi Mind Map di tempat kerja juga sangat beragam diantaranya:
• Membuat perencanaan bisnis terkait penjualan, pemasaran, maupun penyusunan strategi.
• Bagi seorang pemimpin, Mind Map sangat membantu untuk menyusun naskah pidato, ceramah ataupun materi yang akan disampaikan secara langsung kepada banyak orang.
• Mengorganisir sebuah proyek kecil atau besar, termasuk mengorganisir pertemuan (meeting) dengan menetapkan tujuan, agenda, dan poin-poin utama yang akan dibahas.
• Buat orang yang berhubungan dengan orang banyak, Mind Map dapat difungsikan untuk mengatur networking, menyusun daftar klien, dan pendekatan untuk masing-masing klien.
• Membuat strategi wawancara, termasuk didalamnya menyusun aspek-aspek utama yang ingin diketahui dari seorang kandidat.
• Menyusun rencana penelitian atau riset dan berbagai kegiatan bisnis lainnya.
Adapun Aplikasi Mind Map dalam kehidupan sehari-hari bisa digunakan untuk mencatat dan melacak acara-acara penting, merencanakan keuangan, liburan, mencatat diary harian, menetapkan target pribadi, dan mengatur waktu serta acara yang Anda persiapkan.
Inti dari Mind Map adalah terbentuknya asosiasi. Mind Map yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat Mind Map apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak, lingkaran, segitiga, dan lain-lain.
Karena Mind Map dibuat dan digambar secara bebas, maka dapat digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. Beberapa orang memberikan nomor untuk setiap cabang utama Mind Map-nya. Sebagian lain menggunakan hirarki yang menunjukkan urutan dari penjelasan.
Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). Termasuk di dalamnya memberi penekanan dengan gambar atau garis. Dengan cara ini, maka penekanan atas suatu subjek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir, melainkan pula kelima panca indra lainnya. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indra, akan sulit sekali untuk terlupa.
Selain aspek asosiasi dan penekanan, Mind Map juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area, penggunaan garis, termasuk penggunakan huruf yang berbeda-beda.

Jumat, 01 April 2011

TERMINOLOGI PROSTODONSIA

Terminology yang dikenal pula sebagai Nomenklatur adalah suatu ilmu yang berkenaan dengan penelitian, pengaturan dan pembentukan istilah sehingga dengan demikian seseorang atau suatu benda dapat dikenali atau digambarkan.
Prostodontics diterjemahkan sebagai prostodonsi atau prostodonsia yaitu ilmu geligi tiruan atau ilmu gigi tiruan. Menurut ADA (Amnerican Dental Association), prostodonsi adalah ilmu dan seni pembuatan suatu penggantian yang padan (=sesuai) bagi hilangnya bagian korona gigi, satu atau lebih gigi asli yang hilang serta jaringan disekitarnya agar supaya fungsi, penampilan, rasa nyaman dan kesehatan yang terganggu karenanya dapat dipulihkan.
Protesa (=prosthesis) dimaksudkan suatu penggantian buatan atau tiruan yang dibuat untuk menggantikan salah satu bagian tubuh yang hilang atau memang lahir tidak ada; misalnya tangan, kaki, mata, dsb.
Prostetik (=prosthetics) adalah seni dan ilmu yang bersangkutan dengan pembuatan, pemasangan dan perawatarn dengan suatu protesa.
CABANG ILMU PROSTODONSIA
1.       Prostodonsia Lepasan (Ilmu Geligi Tiruan Lepasan=Removable Prosthodontics)
2.       Prostodonsi Cekat ( Ilmu geligi Tiruan cekat= Fixed Prosthodontics)
3.       Prostetik Maxilo Fasial ( Maxillo Facial Prosthetics = prostetik yang berhubungan mengenai wajah dan tulang rahang)
Abutment tooth yaitu gigi peendukung atau gigi penyangga aatau gigi penahan
Basis atau sadel (=base atau sadle) adalah bagian protesa yang berhadapan dengan jaringan lunak mulut dibawahnya.
Bounded=paradental ( beujung tertutup) yaitu sebuah sadel bila kedua ujung atau sisinya dibatasi gigi asli.
Free End = berujung bebas yaitu sebuah sadel bia gigi asli hanya menjadi batas pada salah satu sisinya saja, biasanya di bagian posterior

Jaw Impression (= Pencetakan rahang) yang akan menghasilkan cetakan rahang yaitu bentuk negative lengkung gigi dan jaringan sekitarnya yang kita cetak.
Survey (=sigi= = surveying) adalah suatu prosedur penentuan lokasi dan garis luar (=outline)dari kontir dan posisi geligi penahan, serta jaringan mulut lainnya pada model rahang.
Galengan gigit atau Tanggul gigit (= occlusion rims atau bite rims) yaitu galengan atau tanggul yang terbuat dari malam dan diletakkan di atas basis untuk menentukan hubungan oklusi gigi atas dan gigi bawah. 1
Oklusi adalah hubungan daerah kunyah gigi deligi dalam keadaan tak berfungsi.
Oklusi sentris adalah hubungan kontak maksimal dari gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah waktu rahang bawah dalam keadaan relasi sentris.
Relasi sentris adalah hubungan rahang bawah dengan rahang atas pada mana kepala sendi/condyle berada dalam keadaan paling dorsal dalam cekungan  sendi/ glenoid fossa tanpa mengurangi kebebasannya untuk bergerak ke lateral.
Oklusi aktif adalah kontak antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah dimana gigi-gigi di rahang bawah mengadakan gerakan/ gesekan ke depan, ke belakang, ke sisi kiri dan kanaan atau ke lateral.
Free Way Space adalah ruang antara bidang oklusi dari gigi-gigi atas dan bawah yang diperoleh waktu rahang bawah bergerak dari physiological rest position ke oklusi sentries.  Pada anak-anak lebih besar dan pada orang lebih lanjut usianya, ruangnya lebih kecil (tidak stabil) umumnya 2-6 mm.
                Heartwel Jr (1974) mengatakan bahwa FWS kira=kira 3 mm pada posisi kepala tegak.
                Buer dan Gutowski (1975) serta Neil (1983) berpendapat bahwa FWS di daerah anterior harus    sebesar 4 mm dan di daerah posterior harus sebesar 2 mm
                Mack (1971) mengatakan bahwa FWS di daerah molar adalah 2-4 mm
                Hupfauf (1980) menemukan besarnya FWS adalah kira-kira 2 mm
Dimensi Vertikal adalah jarak antara rahang atas dan rahang bawah.
a.       Dimensi vertical fisiologis, yaitu jaraj vertical antara rahang atas dan rahang bawah pada waktu rahang bawah dalam keadaan istirahat fisiologis. Dawson (1974), Sharry (1974) dan Boucher (1977) menggunakan dimensi vertical ini sebagai itik awal dari penentuan dimensi vertical oklusal, karena menurut banyak ahli, posisi istirahat rahang bawah terhadap muka dan kepala adalah tetap seumur hidup.
b.       Dimensi Vertikal Oklusal ialah jarak vertical antara rahang atas dan rahang bawah pada waktu gigi geligi beroklusi. 2
Sumber Referensi
Haeryanto,dkk. 1991. Ilmu geligi tiruan Sebagian Lepasan. Jakarta: Hipokrates1
Itjiningsih.1996. Geligi Tiruan Lengkap Lepasan. Jakarta: EGC2